Home / cara / Cara konversi arus AC ke DC

Cara konversi arus AC ke DC

Arus bolak-balik (AC) saat ini merupakan cara yang paling efisien untuk menghantarkan daya listrik. Namun, sebagian besar perangkat elektronik berfungsi dengan membutuhkan arus searah (DC). maka dengan alasan tersebut, alat konversi AC ke DC sangat dibutuhkan. pada artikel ini akan dibahas cara membuat alat konversi arus AC  ke DC untuk digunakan dalam perangkat elektronik yang sumber arus utamanya adalah arus searah (DC). Cara konversi arus AC ke DC diantaranya :

  1. Tentukan berapa tegangan input AC Anda. Kalau di indonesia biasanya tegangan PLN yang disalurkan ke perumahan sebesar 220 V , frekuensi 50 Hz. (gambar 1)
  2. cari dan catat tegangan dan arus listrik yang dibutuhkan untuk daya komponen perangkat elektronik yang Anda gunakan. Periksa instruksi pabriknya, jika perlu. Terlalu besar arus atau tegangan bisa merusakan komponen elektronik, sementara jika terlalu sedikit tidak akan memungkinkan perangkat untuk bekerja dengan baik.  (gambar 2)
  3. Gunakan sebuah transformator Step Down untuk menurunkan tegangan tegangan tinggi AC ke tegangan rendah AC. arus listrik yang memasuki kumparan primer dari transformator akan menginduksi arus di kumparan sekunder, yang memiliki gulungan lebih sedikit, sehingga tegangan outputnya lebih rendah. sedikit daya akan hilang pada proses ini disebabkan karena naiknya arus akibat menurunya tegangan. (gambar 3)
  4. Alirkan tegangan AC rendah melalui penyearah tegangan. Sebuah penyearah tegangan biasanya terdiri dari 4 dioda diatur dalam bentuk seperti jenis diamond yang disebut jembatan penyearah tegangan (bridge rectifier). Sebuah dioda memungkinkan untuk menyearahkan tegangan bolak balik menjadi 1 arah; konfigurasi diamond memungkinkan 2 dioda menyearahkan menjadi setengah positif dari arus dan 2 dioda lainnya untuk menyearahkan menjadi setengah negatif. sehingga Output dari kedua set adalah naik dari 0 volt ke tegangan positif maksimum. (gambar 4)
  5. Tambahkan kapasitor besar untuk melancarkan tegangan utput. Sebuah kapasitor dapat menyimpan muatan listrik untuk waktu yang singkat dan kemudian melepaskannya secara perlahan-lahan. input dari penyearah menyerupai untaian puncak; output dari “smoothing capacitor” adalah tegangan yang stabil dari riak. Untuk perangkat yang hanya membutuhkan arus yang rendah, Anda dapat membuat regulator dengan resistor dan dioda zener, yang dirancang untuk memecah ketika tegangan tertentu tercapai, sehingga saat melewatinya. resistor dapat membatasi arus. (gambar 5)
  6. output yang pas dihubungkan melalui regulator. Ini bertujuan untuk menghaluskan output riak tegangan dan menciptakan arus yang sangat stabil yang akan mengoperasikan perangkat elektronik Anda tanpa merusak perangkat elektronik tersebut. IC Regulator dapat berjalan dengan tetap baik dan sebagai tegangan output variabel. Meskipun regulator butuh perlindungan terhadap arus dan panas yang berlebihan, Anda mungkindapat memasang heat sink untuk menjaga Regulator dari panas yang berlebih. (gambar 6 dan 7)
Rangkaian Bridge Rectifier (penyearah tegangan)

itulah Cara konversi arus AC ke DC. semoga bermanfaat.

About kelas-fisika

Check Also

Cara Membuat Smartphone Proyektor dari kardus sepatu bekas

kelas-fisika.com – Cara Membuat Smartphone Proyektor dari kardus sepatu bekas Tahukah Anda bahwa Anda bisa mengubah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com