Home / Fokus UN / Fokus UN Fisika : Pengukuran

Fokus UN Fisika : Pengukuran

Pengukuran

Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai pengukuran yang merupakan bagian yang ada pada kisi kisi Ujian Nasional mata pelajaran fisika sebagaimana yang di keluarkan oleh kemdikbud. pengukuran mempelajari tentang pengukuran panjang, pengukuran massa, waktu dan aturan angka penting.

1. Pengukuran Panjang , Massa dan Waktu

     1. a. Pengukuran Panjang

       (1) Pengukuran Panjang menggunakan Jangka Sorong

Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang benda dengan maksimum pengukuran 10 cm dan ketelitian mencapai 0,01 cm.

pengukuran jangka sorong

Perhatikan gambar diatas! Cara membaca skala jangka sorong adalah sebagai berikut:

  1. Bacalah skala utama yang berdekatan dengan angka nol skala nonius. Terbaca antara 3,1 dan 3,2 cm
  2. perhatikan skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. terlihat skala 4
  3. Bacaan jangka sorong : = 3,1 cm + (4 x 0,01) cm = 3,1 cm + 0,04 cm = 3,14 cm

       (2) Pengukuran panjang menggunakan mikrometer sekrup

Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur panjang benda dengan maksimum pengukuran 25 mm dengan ketelitian hingga 0,01 mm.

pengukuran mikrometer sekrup

Perhatikan gambar diatas! cara membaca skala mikrometer sekrup adalah sbagai berikut :

  1. Bacalah skala utama yang berdekatan dengan tepi selubung luar. terbaca antara 8,5 mm dan 9,0 mm
  2. perhatikan skala pada selubung luar yang berimpit dengan garis mendatar skala utama. terlihat skala ke 40.
  3. maka bacaan mikrometer sekrup adalah : 8,5 mm + (40 x 0,01 ) mm = 8,5 mm + 0,40 mm = 8,90 mm

1.b. Pengukuran Massa

massa suatu benda dapat diukur dengan menggunakan neraca atau timbangan. Misal neraca Ohaus, Neraca Lengan, dan Timbangan Dacin.

      1.c. Pengukuran Waktu

Besaran waktu dapat diukur menggunakan jam atau stop watch. ada dua jenis stopwatch yakni analog dan digital.

2. Angka Penting

     2.a. Notasi Ilmiah

Dalam aturan angka penting, bilangan bilangan puluhan, ratusan , ribuan dan seterusnya yang memiliki angka angka nol pada deretan akhir harus ditulskan dalam notasi ilmiah. Notasi Ilmiah dalam pengukuran ditulis sebagai berikut.

b\times 10^{n}

b = bilangan penting yang nilainya 1 ≤ b <10

n = orde yang terdiri atas bilangan bulat

      2.b. Aturan angka penting

  1. semua angka bukan nol adalah angka penting
  2. semua angka nol yang terletak di deretan akhir dari angka angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk angka penting. misal ; 56,30 (4 AP), 67,900 (5 AP)
  3. Angka nol yang terletak diantara dua angka bukan nol termasuk angka penting. misal ; 105 (3AP), 56,908 (5 AP)
  4. Angka angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting. misal ; 0,008 (1 AP), 0,000070 (2 AP)

     2.c. Penjumlahan dan pengurangan angka penting

pada penjumlahan dan pengurangan angka penting , penentuan banyaknya angka penting yang harus di tuliskan adalah mengacu pada banyaknya angka di belakang koma yang paling sedikit. misal

23,4    kg (3 AP, 1 angka dibelakang koma)

4,023 kg (4 AP, 3 angka dibelakang koma)

——– +

27,423 kg, maka sesuai aturan penjumlahan dan pengurangan ditulis hasilnya adalah 27,4 (3 AP)

      2.d. Perkalian dan pembagian angka penting

Penulisan hasil perkalian angka penting mengacu pada jumlah angka penting yang paling sedikit. misal

10,33     ( 4 angka penting)

2,0         (2 angka penting)

——-   x

20,66 maka ditulis menjadi 2 AP, sehingga menjadi 21 .

Contoh Soal :
1. Dari hasil pengukuran diameter sebuah bola dengan menggunakan jangka sorong. Panjang diameter bola 6,26 cm, gambar di bawah ini yang benar dari hasil pengukuran tersebut adalah… (UN 2016)

Pembahasan :
diameter bola yang terukur adalah 6,26 cm atau (6,2 + 0,06) cm. ini menunjukan bahwa angka nol pada skala nonius harus berada setelah garis 6,2 pada skala utama. dan 0,06 pada skala nonius ditunjukan denan garis ke enam dari garis nol tepat lurus dengan garis yang ada pada skala utama. sehingga jawabannya adalah C.

2. Hasil pengukuran diameter suatu tabung dengan mikrometer sekrup adalah 2,85 mm. Gambar yang sesuai dengan hasil pengukuran adalah…(UN 2015)

 Pembahasan :

diameter tabung yang terukur adalah 2,85 cm atau (2,5 + 0,35) mm. ini menunjukan bahwa garis skala nonius yang segaris dengan skala utama berada setelah garis 2,5 mm dan angka pada skala nonius yang segaris degan skala utama adalah 35  sehingga jawabannya adalah E.

3. Gambar berikut adalah pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca Ohauss lengan tiga. Hasil pengukuran massa benda yang benar adalah…(UN 2014)


A. 350 gram
B. 321,5 gram
C. 240 gram
D. 173 gram
E. 170,3 gram

Pembahasan :

Pembacaan neraca ukur Ohauss lengan tiga adalah baca anting pemberat pada setiap lengan neraca. Hasil pengukuran neraca adalah dengan menjumlahkan nilai di setiap lengan neraca.

Hasil pengukuran : 150 gram + 20 gram + 3 gram = 173 gram. sehingga jawaban yang tepat adalah D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com