Home / How Work / Kenapa Pesawat bisa Terbang

Kenapa Pesawat bisa Terbang

Kenapa Pesawat bisa Terbang – Pesawat terbang, merupakan salah satu benda yang banyak diketahui oleh banyak orang terutama masyarakat urban. Saat kita menaiki pesawat terbang, mungkin terbesit dalam pikiran bagaimana benda tersebut bisa melayang di udara bahkan mampu berbelok dan mengangkut manusia di dalamnya. Hal itu terjadi karena fenomena menarik fisika yakni teknologi airfoil.

Teknologi airfoil sampai saat ini masih digunakan pada pesawat. Dalam pesawat modern, teknologi airfoil ini tetap digunakan untuk terbang tetapi dengan dengan sebuah bentuk airfoil aerodinamis yang telah dioptimalkan.

gaya apa yang menyebabkan pesawat bisa terbang?

sebagaimana kita ketahui bahwa sebuah benda yang memiliki massa jenis yang lebih besar maka ia akan berada di bawah, seperti kenapa minyak bisa mengapung diatas air. jawabannya karena massa jenis minyak lebih kecil daripada air, begitupun jika ada suatu benda yang massa jenisnya lebih besar daripada udara maka pasti ia akan jatuh ketika benda tersbut berada pada ketinggian tertentu, selain disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi bumi. untuk mempertahankan agar benda tersebut berada pada tempat yang diinginkan atau tidak jatuh ke permukaan bumi maka dibutuhkan suatu gaya yang sama atau lebih besar dengan gaya gravitasi bumi terhadap benda tersebut. dan ini berlaku pada pesawat terbang.

gaya gaya yang bekerja pada pesawat terbang
gaya gaya yang bekerja pada pesawat terbang

gaya gaya yang bekerja pada peswat terbang terdiri dari :

  • gaya dorong (Thrust) , gaya yang mendorong pesawat bergerak ke depan.
  • gaya hambat (Drag), gaya yang arahnya berlawanan dengan gaya dorong benda.
  • gaya angkat (Lift), gaya yang mengangkat pesawat ke atas.
  • gaya gravitasi , gaya yang arahnya menuju pusat gravitasi bumi (arahnya ke bawah).

agar pesawat bisa terbang maka gaya angkat ke atas harus lebih besar daripada gaya gravitasi (berat).

Bagaimana menghasilkan gaya angkat (lift)?

gaya angkat dihasilkan oleh sayap pesawat terbang sebagai akibat adanya gaya dorong (thrust) dari mesin pesawat terbang, baik berupa baling baling pesawat terbang (propeller) atau mesin jet (populsion jet), yang besar gaya gaya dorongnya harus jauh lebih besar daripada gaya hambat yang diterima oleh pesawat terbang (drag).

ketika gaya dorong lebih besar daripada gaya hambatnya maka ini akan mendorong pesawat melaju dengan kecepata tertentu. hal ini akan menimbulkan gaya aerodinamik pada sayap pesawat terbang. sayap ini dirancang sedemikian rupa (aerofil) sehingga dapat menimbulkan gaya angkat pada sayap yang dengan ini digunakan untuk mengangkat pesawat sehingga pesawat bisa terbang.

bagaimana munculnya gaya angkat?

gaya angkat ini muncul akibat adanya kecepatan aliran udara pada sayap sehingga dengan aliran ini menimbulkan terjadinya perbedaan tekanan udara di bagian atas dan di bagian bawah sayap pesawat terbang. berdasarkan hukum bernouli bahwa jika kecepatan aliran fluida besar maka tekanannya kecil begitupun sebaliknya jika kecepatan aliran fluida kecil maka tekanannya di daerah tersebut besar.

Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian atasnya lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk sayap tersebut menyebabkan kecepatan aliran udara bagian atas lebih besar daripada di bagian bawah sehingga tekanan udara di bawah sayap lebih besar daripada di atas sayap. Hal ini menyebabkan timbulnya gaya angkat pada sayap pesawat terbang (a). Agar gaya angkat yang ditimbulkan pada pesawat semakin besar, sayap pesawat dimiringkan sebesar sudut tertentu terhadap arah aliran udara (b).

Gaya angkat pada sayap pesawat terbang dirumuskan sebagai berikut :

F1 – F2 = ½ρA(v22 – v12

dengan :

F1 – F2 = gaya angkat pesawat terbang (N),

A = luas penampang sayap pesawat (m2),

v1 = kecepatan udara di bagian bawah sayap (m/s),

v2 = kecepatan udara di bagian atas sayap (m/s), dan

ρ = massa jenis fluida (udara).

Gaya dorongan membuat pesawat berjalan ke depan dan untuk menghasilkan dorongan, mesin kipas turbo digunakan dalam pesawat terbang modern. Reaksi dari high velocity (kecepatan tinggi) memberikan gaya dorong mesin turbofan. Untuk menghasilkan kecepatan tinggi jet ini udara yang masuk dilewatkan melalui kompresor, combustion chamber, turbin. Mesin juga mendorong dari reaksi kipas, sebagaimana dipaparkan dalam video Learn Engineering di YouTube, Jumat (23/10/2015).

Terakhir, mesin kipas turbo menghasilkan sejumlah dorongan besar dan membuat pesawat maju ke depan. Seperti dibahas sebelumnya, ketika pesawat bergerak maju, udara yang mengalir relatif di atas sayap akan menghasilkan Lift Force pada sayap. Pesawat terbang memiliki bagian sayap berbeda, untuk take off, Flap dan Slat diturunkan ke bawah. Ini meningkatkan daerah sayap dan kelengkungan airfoil, sebagian kelengkungan meningkatkan udara dibelokkan melakukan Lift Force lebih besar bahkan pada pesawat terbang dengan kecepatan rendah. Akhirnya, ketika Lift lebih dari gaya gravitasi, pesawat melakukan take off. Selama penerbangan normal, Flap dan Slat kembali ke posisi semula.

bagaimana mengendalikan pesawat terbang?

agar pesawat terbang dapat dikendalikan sesuai keinginan maka pesawat terbang tersebut harus memiliki perangkat kendali (Control Devices). yang mampu mengendalikan pesawat seperti naik, turun, belok ke kiri, belok ke kanan atau berguling ke kiri maupun ke kanan , beberapa perangkat kendali pesawat terbang diantaranya :

  • elevator, bagian sirip horizontal yang berada di ekor pesawat terbang yang berfungsi untuk mengendalikan pesawat bergerak naik atau turun.
  • rudder, bagian dari sirip vertikal di ekor pesawat untuk mengendalikan belok kiri dan kanan (yaw).
  • Aileron, yang berfungsi untuk mengendalikan pesawat agar bisa berbelok, sedangkan fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan pesawat agar bisa berguling ke kiri dan ke kanan (roll).
perangkat kendali pesawat terbang
perangkat kendali pesawat terbang

perangkat kendali diatas merupakan perangkat kendali pesawat terbang yang paing utama yang harus ada pada setiap pesawat terbang. sedangkan perangkat tambahan lainnya seperti flap, spoiller, tidak selalu ada pada pesawat kecil tapi biasanya ada pada jenis pesawat yang besar.

jadi itulah penjelasan kenapa pesawat bisa terbang.

Check Also

Polarografi

kelas-fisika.com – Polarografi adalah metode analisis yang didasarkan pada kurva arus tegangan yang diperoleh secara elektrolisis. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com