Home / Tutorial Arduino / Cara mengatur kecepatan motor DC dengan arduino

Cara mengatur kecepatan motor DC dengan arduino

Cara mengatur kecepatan motor DC dengan arduino – Motor Direct Current (DC) adalah merupakan jenis motor yang paling sederhana, yang memiliki dua buah kabel, yaitu catu daya dan ground. Pemberian catu daya boleh dibolak balik untuk memberikan efek arah putaran yang berbeda. motor akan berputar terus selama catu daya diberikan dan berhenti kalau catu daya diputus. motor jenis ini biasanya digunakan pada kipas angin atau untuk menggerakan roda mobil mainan (tamiya,dll). contoh motor jenis ini di tunjukan seperti pada gambar di bawah.

motor dc

motor dc

motor DC memiliki dua bagian penting. Bagian pertama adalah stator, yaitu bagian yang tidak berputar dan bagian kedua adalah rotor, yaitu bagian yang berputar. di rotor inilah , poros diletakan. Diujung poros dapat dipasang objek (misalnya puli) yang ingin diputar.

contoh rangkaian yang menggerakan motor DC seperti terlihat di gambar 1. dalam hal ini diperlukan satu buah transistor TIP120.contoh penyusunan rangkaian diperlihatkan seperti pada gambar 2. adapun gambar 3 memperlihatkan contoh aktual penyusunan rangkaian motor DC.

ll

rangkaian motor dc
rangkaian motor dc
contoh penyusunan rangkaian mtor dc
contoh penyusunan rangkaian mtor dc

sketch yang diperlukan untuk menggerakan motor DC dapat dilihat dibagian bawah

———————————————————————

// --------------------------------------
// Contoh untuk mengatur putaran motor DC
// --------------------------------------

const int PIN_PWM = 11;

void setup()
{
pinMode(PIN_PWM, OUTPUT);
}

void loop()
{
// Kecepatan penuh
analogWrite(PIN_PWM, 255);
delay(10000);

// Kecepatan sedang
analogWrite(PIN_PWM, 128);
delay(10000);

// Motor dimatikan
analogWrite(PIN_PWM, 0);
delay(3000);
}


Sketch di atas menggunakan salah satu pin yang mendukung PWM mengingat nilai yang akan dikirimkan ke motor bukan hanya sekedar HIGH dan LOW, melainkan bervariasi. dalam hal ini pin 11 yang digunakan , Pin tersebut dbutuhkan sebagai OUTPUT yang dapat diatur.

pinMode(PIN_PWM, OUTPUT);

selanjutnya pernyataan

analogWrite(PIN_PWM, 255);

digunakan untuk mengirimkan nilai analog sebesar 255. nilai ini digunakan untuk memutar motor dengan kecepatan paling tinggi. Pernyataan

delay(10000);

digunakan untuk mengatur motor berputar selama 10 detik. selanjutnya

analogWrite(PIN_PWM, 128);

membuat putaran motor melambat. terakhir

analogWrite(PIN_PWM, 0);

membuat motor berhenti berputar.

Informasi tentang pin PWM

Informasi tentang pin PWM

Pulse Width Modulation (PWM) adalah suatu teknik yang memungkinkan pin digital dapat bernilai bulat antara 0 sampai 255 (untuk mencerminkan insyarat analog) dengan perubahan nilai dilakukan secara periodis. hal ini bermanfaat untuk mengatur kecerahan LED atau kecepatan motor.

Arduino Uno menyediakan pin PWM. masing masing ditandai dengan simbol ~. pin pin PWM yaitu 3,5,6,9,10 dan 11. untuk menghasilkan nilai analog di pin PWM, fungsi analogWrite() perlu digunakan. PWM dilakukan dengan memodulasi daur tugas (duty cycle) gelombang kotak. sebagaimana diketahui , gelombang kotak adalah gelombang yang secara periodis bernilai 0 dan 1 secara bergantian. daur tugas adalah persentase antara nilai di gelombang kotak saat bernilai 1 dibandingkan secara keseluruhan .

Normalnya , gelombang koak memiliki daur tugas sebesar 50%. Artinya nilai 1 dan 0 berimbang. nilai daur tugas melebihi 50% menyatakan bahwa saat bernilai 1 lebih sedikit lama daripada saat bernilai 0. dengan mengggunakan PWM, kecerahan LED seperti diatur, padahal yang terjadi sebenarnya adalah terjadi keadaan mati dan hidup dalam waktu yang sangat singkat. hal ini berlaku pula pada pegaturan kecepatan motor

Untuk mengatur kecepatan putaran motor DC, potensiometer 5K dapat digunakan. Rangkaiannya seperti pada gambar 3 contoh penyusunan rangkaiannya seperti gambar 4.

gambar 3. Rangkaian motor DC dengan pengatur kecepatan berupa potensiometer
gambar 3. Rangkaian motor DC dengan pengatur kecepatan berupa potensiometer
Gambar 4. Contoh penyusunan rangkaian motor DC dengan pengaturan kecepatan berupa potensiometer
Gambar 4. Contoh penyusunan rangkaian motor DC dengan pengaturan kecepatan berupa potensiometer

sketch yang diperlukan .

// --------------------------------------
// Contoh untuk mengatur putaran motor DC
// menggunakan potensiometer 5K
// --------------------------------------

const int PIN_PWM = 11;
const int PIN_A = 0;

void setup()
{
pinMode(PIN_PWM, OUTPUT);
}

void loop()
{
// Baca nilai yang diatur melalui potensiometer
int nilai = analogRead(PIN_A);

// Atur kecepatan motor DC
analogWrite(PIN_PWM, nilai / 4);
}

mengingat potensiometer dipasang di pin0, pemantauan nilai potensimeter dilakukan dengan memberikan perintah :

int nilai = analogRead(PIN_A0);

nilai yang dihasilkan oleh analogRead() akan berkisar 0 sampai 1023

mengingat nilai untuk mengontrol motor melalui analogRead() berkisar anatara 0 sampai dengan 255,nilai yang berasal dari analogRead() perlu dibagi menjadi 4. itulah sebabnya ada pembagian 4 pada pernyataan

analogRead(PIN_PWM, nilai/4);

itulah salah satu Cara mengatur kecepatan motor DC dengan arduino. nantikan cara lainnya menggunakan Motor Driver ULN2003.

Check Also

Cara menggunakan CCPM Servo Consistency Master

kelas-fisika.com – Cara menggunakan CCPM Servo Consistency Master kelas-fisika akan membahas Cara menggunakan CCPM Servo Consistency …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com