Home / cara / Cara Menulis Abstrak Paper

Cara Menulis Abstrak Paper

kelas-fisika – Cara Menulis Abstrak Paper . Jika Anda harus menulis sebuah abstrak untuk makalah akademik atau ilmiah, jangan panik! Abstrak adalah tulisan sederhana dan pendek, rangkuman dari karya (karangan ilmiah) atau makalah yang berdiri sendiri, yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai sebuah tinjauan umum (ikhtisar).

Sebuah abstrak menggambarkan hal yang Anda kerjakan dalam sebuah esai, baik berupa penelitian ilmiah ataupun sebuah makalah tentang analisis sastra. Abstrak membantu pembaca memahami makalah serta membantu mereka mencari dan menemukan makalah tertentu dan memutuskan apakah makalah tersebut sesuai dengan yang mereka maksud. Oleh karena abstrak hanyalah rangkuman dari suatu karya yang telah Anda kerjakan maka sebuah abstrak relatif mudah ditulis!

1. Mulai Menulis Abstark

a. Tulislah makalah Anda terlebih dahulu. Meskipun terletak pada bagian awal, abstrak berfungsi sebagai rangkuman dari seluruh makalah. Lebih dari sekadar mengenalkan topik makalah, abstrak menjadi tinjauan umum (ikhtisar) dari semua hal yang Anda tulis di dalam makalah. Jadi, tulislah abstrak pada tahap akhir, setelah Anda menyelesaikan makalah Anda.

  • Secara menyeluruh, tesis dan abstrak adalah dua hal yang benar-benar berbeda. Tesis—pernyataan yang didukung oleh argumen—dalam sebuah makalah memperkenalkan gagasan atau masalah pokok, sedangkan abstrak bertujuan untuk meninjau seluruh isi makalah, termasuk metode dan hasilnya.
  • Meskipun Anda berpikir telah mengetahui wujud makalah Anda kelak, selalu tuliskan abstrak saat terakhir kali. Anda dapat memberikan rangkuman yang lebih akurat hanya jika melakukannya demikian—merangkum hal-hal yang sudah Anda tulis.

b. Tinjau dan pahami berbagai hal yang perlu Anda tulis di bagian abstrak. Makalah yang Anda tulis mungkin memiliki panduan atau persyaratan khusus, apakah terkait dengan publikasi dalam sebuah jurnal, laporan untuk suatu pelajaran, ataupun bagian dari sebuah proyek kerja. Sebelum Anda mulai menulis, mengaculah pada instruksi awal atau panduan yang diberikan untuk mengetahui hal-hal penting yang harus diingat.

  • Adakah persyaratan terkait panjang maksimum atau minimum?
  • Adakah gaya penulisan tertentu yang harus digunakan?
  • Apakah Anda menulis untuk seorang pengajar atau untuk sebuah publikasi?

c. Pertimbangkan pembaca Anda. Abstrak ditulis untuk membantu pembaca memahami karya Anda. Sebagai contoh, dalam sebuah jurnal ilmiah, abstrak memungkinkan pembaca untuk memutuskan apakah pembahasan riset tersebut relevan dengan minat/kepentingan mereka. Abstrak juga membantu pembaca dengan cepat mendapatkan penjelasan pokok yang Anda berikan. Ingatlah semua keperluan pembaca tersebut selama Anda menuliskan abstrak.

  • Apakah akademisi lain di bidang yang sama akan turut membaca abstrak tersebut?
  • Bolehkah abstrak tersebut diakses oleh pembaca awam atau seseorang dari bidang lain?

d. Tentukan jenis abstrak yang harus Anda tulis. Meskipun secara mendasar semua jenis abstrak memiliki kesamaan tujuan, ada dua jenis utama abstrak: deskriptif dan informatif. Anda mungkin diminta menggunakan gaya penulisan tertentu, tetapi jika tidak, Anda harus menentukan jenis abstrak yang paling tepat. Biasanya, abstrak informatif digunakan untuk penelitian yang jauh lebih panjang dan juga penelitian teknis, sedangkan abstrak deskriptif lebih baik digunakan untuk makalah yang lebih pendek.

  • Abstrak deskriptif menjelaskan maksud, tujuan, dan metode penelitian tetapi tidak menuliskan hasil penelitian. Abstrak demikian, biasanya hanya terdiri dari 100-200 kata.
  • Abstrak informatif adalah versi ringkas dari makalah Anda, yang memberikan tinjauan umum dari segala hal terkait penelitian Anda termasuk hasilnya. Abstrak ini jauh lebih panjang daripada abstrak deskriptif, dan dapat berkisar mulai dari satu paragraf hingga satu halaman.
  • Informasi utama yang tercakup dalam kedua jenis abstrak tersebut sama, dengan perbedaan mendasar terletak pada hasil penelitian yang hanya tercakup dalam abstrak informatif. Abstrak informatif juga jauh lebih panjang daripada abstrak deskriptif.
  • Abstrak kritis tidak sering digunakan, tetapi mungkin diperlukan dalam beberapa kondisi. Abstrak kritis menyampaikan tujuan yang sama seperti dua abstrak lain, tetapi juga hendak menghubungkan kajian atau penelitian menjadi pembahasan penelitian si penulis sendiri. Abstrak ini mungkin mengupas rancangan atau metode penelitian.

 

2. Menulis Abstak

a. Identifikasi tujuan penelitian Anda. Sebagai contoh, Anda menulis tentang hubungan antara kurangnya makan siang di sekolah dan nilai jelek. Lalu? Mengapa hal ini penting? Pembaca ingin mengetahui alasan mengapa penelitian Anda penting, dan apa tujuan dari penelitian ini. Mulailah abstrak deskriptif Anda dengan mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:

  • Mengapa Anda memutuskan untuk melakukan kajian atau proyek ini?
  • Bagaimana Anda melakukan penelitian Anda?
  • Apa yang Anda temukan?
  • Mengapa penelitian ini dan penemuan-penemuan Anda penting?
  • Mengapa seseorang harus membaca seluruh esai Anda?

b. Jelaskan masalah yang terjadi. Abstrak menyatakan “masalah” yang ada di balik penelitian Anda. Pikirkan hal tersebut sebagai persoalan spesifik yang menjadi maksud dari penelitian atau proyek Anda. Terkadang Anda bisa menggabungkan masalah dengan motivasi melakukan penelitian, tetapi yang terbaik adalah membuat jelas dan memisahkan keduanya.

  • Apa masalah yang hendak diketahui atau diselesaikan lebih baik melalui penelitian Anda?
  • Apa cakupan dari kajian/penelitian Anda – masalah umum, ataukah sesuatu yang spesifik?
  • Apa pernyataan atau argumen pokok Anda?

c. Jelaskan metode yang Anda gunakan. ‘Motivasi’ dan ‘masalah’ sudah Anda jelaskan. Bagaimana halnya dengan ‘metode’? Pada bagian inilah Anda sampaikan tinjauan mengenai cara menyelesaikan penelitian. Jika Anda melakukan penelitian sendiri, masukkan deskripsinya dalam abstrak ini. Jika Anda melakukan tinjauan terhadap penelitian orang lain, jelaskan dengan singkat.

  • Diskusikan penelitian Anda termasuk berbagai variabel serta pendekatan yang Anda gunakan.
  • Deskripsikan bukti yang mendukung pernyataan Anda.
  • Berikan tinjauan umum dari sumber-sumber yang paling penting

d. Deskripsikan hasil penelitian (hanya dalam abstrak informatif). Di sinilah saatnya Anda mulai mengadakan perbedaan antara abstrak deskriptif dan informatif. Dalam abstrak informatif, Anda akan diminta menjelaskan hasil kajian/penelitian Anda. Apakah yang Anda temukan?

  • Apa jawaban yang Anda dapat dari penelitian atau kajian Anda?
  • Apakah hipotesis ataupun pendapat Anda mendukung penelitian tersebut?
  • Apa hasil penemuan secara umum?

e. Tulis sebuah kesimpulan. Kesimpulan harus mengakhiri rangkuman dan menutup abstrak Anda. Pada kesimpulan sebutkan makna dari penemuan Anda sebagaimana pentingnya seluruh isi makalah. Format penulisan kesimpulan dapat digunakan dalam abstrak deskriptif maupun abstrak informatif, tetapi Anda hanya perlu menjawab pertanyaan berikut dalam abstrak informatif.

  • Apa saja implikasi dari penelitian Anda?
  • Apakah hasil penelitian Anda umum atau sangat spesifik?

3. Menyusun Abstrak

a. Susunlah abstrak dengan rapi. Dalam abstrak yang Anda buat, ada beberapa pertanyaan spesifik yang harus dijawab, tetapi jawaban tersebut juga harus tersusun dengan baik. Idealnya, abstrak harus sesuai dengan seluruh format esai yang Anda tulis, secara umum meliputi ‘pendahuluan’, ‘isi’, dan ‘kesimpulan’.

  • Banyak jurnal memiliki panduan gaya penulisan tertentu untuk sebuah abstrak. Jika Anda telah diberi seperangkat aturan atau petunjuk, ikutilah tepat seperti yang tertulis.

b. Berikan informasi yang bermanfaat. Tidak seperti paragraf topik yang mungkin sengaja dibuat tidak jelas, sebuah abstrak harus memberikan penjelasan yang bermanfaat tentang makalah dan penelitian Anda. Tuliskan abstrak sehingga pembaca mengetahui secara tepat hal yang sedang Anda bicarakan dan tidak menggantung—muncul berbagai pertanyaan yang tidak terjawab—dengan frasa atau rujukan yang bermakna ganda (ambigu).

  • Hindari penggunaan akronim ataupun singkatan secara langsung dalam abstrak tersebut, karena semua perlu dijelaskan agar dipertimbangkan oleh pembaca. Penggunaannya membuat ruang penulisan yang berharga terbuang sia-sia, dan biasanya harus dihindari.
  • Jika topik Anda mengenai sesuatu yang dikenal cukup baik, Anda dapat merujuk nama-nama orang atau tempat yang menjadi fokus dalam makalah Anda.
  • Jangan memasukkan tabel, gambar, sumber, atau kutipan yang panjang dalam abstrak Anda. Selain mengambil ruang terlalu banyak, hal tersebut biasanya bukanlah apa yang diinginkan oleh pembaca.

c. Tulislah dari hasil corat-coret. Ya, abstrak memang sebuah rangkuman, tetapi bagaimanapun harus ditulis terpisah dari makalah. Jangan menyalin kutipan langsung dari makalah Anda, dan hindari untuk menulis ulang kalimat Anda sendiri dari bagian mana pun makalah tersebut. Tulislah abstrak menggunakan perbendaharaan kata dan frasa yang baru untuk membuatnya menarik dan bebas dari pleonasme—penggunaan kata-kata lebih dari apa yang diperlukan.

d. Gunakan frasa dan kata-kata kunci. Jika abstrak Anda akan dipublikasikan dalam sebuah jurnal, Anda tentu ingin agar pembaca dapat menemukannya dengan mudah. Karena itu, pembaca akan mencari kata-kata kunci khusus dalam basis data dalam jaringan (online) dengan harapan makalah, seperti milik Anda, akan muncul. Coba gunakan 5-10 kata atau frasa kunci mengenai penelitian dalam abstrak Anda.

  • Sebagai contoh, jika Anda sedang menulis makalah tentang perbedaan budaya terkait skizofrenia (schizophrenia), pastikan untuk menggunakan kata-kata seperti “skizofrenia (schizophrenia)”, “lintas budaya (cross-cultural)”, “keterikatan budaya (culture-bound)”, “penyakit mental (mental illness)”, dan “penerimaan sosial (societal acceptance)”. Kata-kata tersebut mungkin merupakan istilah yang digunakan oleh orang-orang ketika mencari makalah dalam subjek yang Anda tulis.

e. Gunakan informasi yang sebenarnya. Anda perlu menarik orang untuk membaca abstrak yang Anda tulis; abstrak tersebut semacam pancing yang akan mendorong mereka untuk melanjutkan membaca makalah Anda. Bagaimanapun, jangan membuat pembaca tertarik dengan memberikan referensi gagasan ataupun kajian yang tidak terdapat dalam makalah Anda. Mengutip bahan yang tidak Anda gunakan dalam karya tulis Anda akan membuat pembaca salah paham dan akhirnya menurunkan jumlah pembaca Anda

f. Hindari tulisan yang terlalu spesifik. Abstrak adalah sebuah rangkuman, dan sudah seharusnya tidak merujuk hal-hal penting dari penelitian secara spesifik, kecuali terkait nama atau lokasi. Anda tidak perlu menjelaskan atau mendefinisikan istilah apa pun dalam abstrak, yang diperlukan hanyalah sebuah rujukan. Hindari penjelasan yang terlalu detail dalam rangkuman dan tuliskan tinjauan mengenai penelitian Anda secara garis besar.

  • Hindari penggunaan jargon—kosakata khusus untuk bidang tertentu. Perbendaharaan kata khusus tersebut mungkin saja tidak dipahami oleh pembaca umum dalam bidang Anda dan dapat menyebabkan kebingungan.

g. Pastikan untuk melakukan revisi secara mendasar. Abstrak adalah sebuah tulisan, yang seperti tulisan lainnya, harus diperbaiki sebelum diselesaikan. Periksa kembali bila terdapat kesalahan tata bahasa serta pengejaan dan pastikan abstrak disusun dengan baik.

h. Dapatkan umpan balik (feedback) dari seseorang. Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda telah merangkum makalah dengan baik adalah dengan meminta seseorang membaca abstrak yang Anda tulis. Carilah seseorang yang tidak mengetahui apa pun tentang proyek Anda. Mintalah dia untuk membaca, lalu menceritakan apa yang dia pahami mengenai abstrak yang Anda tulis.

  • Berkonsultasi dengan seorang guru besar (profesor), kolega dalam bidang kerja Anda, seorang tutor atau konsultan dari sebuah pusat penulisan akan sangat membantu. Jika Anda memiliki berbagai sumber daya tersebut, gunakanlah!
  • Meminta bantuan juga dapat membuat Anda mengetahui ketentuan apa pun dalam bidang Anda. Sebagai contoh, dalam bidang sains penggunaan kalimat pasif (seperti ‘eksperimen ini dilakukan’) sangatlah umum. Namun, dalam kesusasteraan penggunaan kalimat aktif biasanya lebih disukai

Tips

  • Abstrak biasanya terdiri dari satu atau dua paragraf dan tidak lebih dari 10% panjang seluruh makalah. Lihatlah beberapa abstrak lain dalam terbitan sejenis untuk menemukan gagasan seperti apa seharusnya abstrak yang Anda tulis.
  • Pertimbangkan baik-baik harus seberapa teknis makalah ataupun abstrak tersebut. Sering kali masuk akal untuk menganggap pembaca Anda memiliki sedikit pemahaman terkait bidang yang Anda tekuni termasuk bahasa khusus yang digunakan, tetapi lebih baik bila Anda melakukan apa pun untuk membuat abstrak tersebut lebih mudah dibaca.

Check Also

Cara Membuat Elektroskop

kelas-fisika.com – Cara membuat Elektroskop Apa itu elektroskop ? Elektroskop adalah instrumen yang sangat sensitif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com