Home / kolom guru / Bagaimana Menganalisis SKL, KI-KD, Pembelajaran dan SIlabus Fisika SMA

Bagaimana Menganalisis SKL, KI-KD, Pembelajaran dan SIlabus Fisika SMA

kelas-fisika.com – Bagaimana Menganalisis SKL, KI-KD, Pembelajaran dan SIlabus Fisika SMA

  1. Keterkaitan antara SKL, KI-KD, Pembelajaran, dan Silabus

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi Dasar. Kompetensi Inti mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.

Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran. Dalam setiap rumusan KD terdapat unsur kemampuan berpikir yang dinyatakan dalam kata kerja dan materi.

Contoh:

KD 3.3 adalah menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya perpindahan) dan 4.3 merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya.

Pada KD 3.3 terdapat kata kerja menerapkan dan pada KD 4.3 terdapat kata kerja Merancang dan menentukan. Adapun materi pada KD 3.3 adalah penjumlahan vektor dan materi pada 4.3 adalah resultan vektor.

Standar Kompetensi Lulusan adalah muara utama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada jenjang tertentu. Sedangkan kompetensi inti adalah pijakan pertama pencapaian yang dituju semua mata pelajaran pada tingkat kompetensi tertentu. Penjabaran kompetensi inti untuk tiap mata pelajaran tersaji dalam rumusan kompetensi dasar.

Pencapaian kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar melalui proses pembelajaran dan penilaian diilustrasikan adalah sebagai berikut :.

  1. Kompetensi inti (KI-3 dan KI-4) memberikan arah tingkat kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal yang harus dicapai peserta didik.
  2. Kompetensi dasar dari KI-3 adalah dasar pengembangan materi pembelajaran, sedangkan kompetensi dasar dari KI-4 mengarahkan keterampilan dan pengalaman belajar yang perlu dilakukan peserta didik. Dari sinilah pendidik dapat mengembangkan proses belajar dan cara penilaian yang diperlukan melalui pembelajaran langsung.
  3. Dari proses belajar dan pengalaman belajar, peserta didik akan memperoleh pembelajaran tidak langsung berupa pengembangan sikap sosial dan spiritual yang relevan dengan berpedoman pada kompetensi dasar dari KI-2 dan KI-1.
  4. Rangkaian dari KI-KD sampai dengan penilaian tertuang dalam silabus, kecuali untuk tujuan pembelajaran, tidak diwajibkan dicantumkan baik dalam RPP maupun dalam Silabus.

2. Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Materi Pembelajaran

Pengembangan indikator dan materi pembelajaran merupakan merupakan 2 (dua) kemampuan yang harus dikuasai seorang guru sebelum mengembangkan RPP dan melaksanakan pembelajaran. Pemahaman guru terhadap keterkaitan SKL, KI dan KD dapat membantu guru dalam mengembangkan IPK.

Karakteristik Mata pelajaran Fisika

Fisika merupakan bagian dari Ilmu Alam yang merupakan usaha sistematis dalam rangka membangun dan mengorganisasikan pengetahuan dalam bentuk penjelasan-penjelasan yang dapat diuji dan mampu memprediksi gejala alam. Fisika memiliki karakteristik antara lain:

  1. proses memperoleh informasi melalui metode empiris;
  2. informasi yang diperoleh melalui penyelidikan secara logis dan sistematis; dan
  3. melalui kombinasi proses berpikir kritis untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya dan valid.

Fisika sebagai proses/metode ilmiah meliputi cara berpikir, sikap, dan langkah-langkah kegiatan saintis untuk memperoleh produk-produk ilmu pengetahuan ilmiah. Sikap ilmiah yang dikembangkan dalam fisika antara lain: rasa ingin tahu, keseimbangan antara keterbukaan dan skeptis, jujur, disiplin, tanggungjawab, tekun, hati-hati, teliti, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif.

Untuk melakukan analisis kompetensi dan mengembangkan IPK disarankan agar Anda memperhatikan karakteristik mata pelajaran Fisika tersebut di atas, serta mempelajari Pedoman Mata Pelajaran dan Silabus Fisika terbaru.

Gambar 4 dibawah ini menggambarkan rangkaian kegiatan dalam analisis kompetensi untuk menjabarkan IPK dan materi dari suatu KD, baik untuk KD-KI 3 maupun KD-KI 4.

Analisis kompetensi dan pengembangan IPK dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut.

  1. Kutip pasangan Kompetensi Dasar (KD), misalnya untuk Fisika kelas X; KD 3.3 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya perpindahan) dan KD 4.3 Merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya.
  2. Pisahkan kompetensi/ kata kerja dengan materi, seperti pada tabel 1 berikut.
  3. Perhatikan kompetensi yang terdapat dalam kata kerja dalam KD-KI 3 maupun KD-KD 4, ada kemungkinan kompetensi tersebut membutuhkan kompetensi awal sebagai prasyarat yang harus dikusai peserta didik sebelumnya.

Sebagai contoh, untuk KD 3.3 di atas, sebelum mencapai kompetensi menerapkan, peserta didik harus memiliki kompetensi sebelumnya antara lain; mendeskripsikan, mengidentifikasi, melukiskan,, menentukan. Kata kerja tersebut menjadi penanda untuk tercapainya kata kerja yang pertama (menerapkan). Untuk KD 4.3, sebelum mencapai kompetensi merancang dan menentukan, peserta didik harus dapat mengidentifikasi hal-hal penting yang harus dilakukan dalam merancang percobaan/praktikum untuk menentukan resultan vektor, seperti menentukan alat yang akan digunakan, mendesain langkah kerja, dan melakukan percobaan.

Selain itu perlu diperhatikan juga apakah kemampuan berpikir tersebut merupakan kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills (LOTS)) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills (HOTS)).

Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah kemampuan kognitif (berpikir) tingkat tinggi yang dalam taksonomi tujuan pendidikan ranah kognitif terdiri atas kemampuan analisis, evaluasi, dan mencipta. Setiap jenjang HOTS memiliki kemampuan yang berbeda sebagaimana yang tercantum dalam tabel berikut.

tabel. Jenjang HOTS

 

HOTS digunakan dalam rumusan kompetensi pada SKL dan Standar Isi. Di SMA, kompetensi yang tercantum dianalisis dan evaluasi sebagai kemampuan minimal HOTS. Dalam RPP, guru dapat mengembangkan HOTS yang terdapat pada setiap KD sampai tingkat tertinggi yaitu mencipta.

Dalam menganalisis KD, terutama dalam memecahkan suatu rumusan aspek kompetensi KD, guru dapat menggunakan kemampuan yang tercantum pada kolom 2 tabel di atas, dan kata kerja yang terdapat pada kolom kanan untuk merumuskan IPK.

Contoh:

Sesuai dengan KD 3.3 dan 4.3 dapat disusun IPK HOTS sebagai berikut: Menentukan resultan vektor berdasarkan data hasil percobaan.

4. Untuk selanjutnya, dari uraian materi (dalam KD) terdapat beberapa istilah atau materi dasar (esensial) yang harus dipahami dan dikuasai oleh peserta didik, yaitu besaran vektor, komponen vektor, penjumlahan vektor, resultan vektor.

5. Dari kedua penjelasan di atas, dapat dibuat tabel seperti pada tabel 2 berikut.

6. Dari tabel 3 tersebut di atas dapat disusun IPK sebagai berikut.

IPK untuk KD 3.3 adalah ;

3.3.1 Mendeskripsikan besaran vektor
3.3.2 Mengidentifikasi besaran vektor
3.3.3 Melukiskan dua vektor dengan metode polygon
3.3.4 Melukiskan dua vektor dengan metode jajaran genjang
3.3.5 Menentukan besar resultan vektor dengan metode analitis
3.3.6 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor dalam perpindahan

IPK dari Kd 4.3;

4.3.1 Menentukan alat/ bahan percobaan menentukan resultan vektor
4.3.2 Mendesain langkah percobaan menentukan resultan vektor
4.3.3 Melakukan percobaan menentukan resultan vektor
4.3.4 Menentukan hasil percobaan menentukan resultan vektor
4.3.5 Menyusun laporan percobaan menentukan resultan vektor

Itulah penjelasan Bagaimana Menganalisis SKL, KI-KD, Pembelajaran dan SIlabus Fisika SMA

Selamat Berkarya

 

Check Also

6 Langkah Model pembelajaran Project Based Learning fisika SMA

kelas-fisika.com – 6 Langkah Model pembelajaran Project Based Learning fisika SMA Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com