Home / kolom guru / 6 Langkah Model pembelajaran Project Based Learning fisika SMA

6 Langkah Model pembelajaran Project Based Learning fisika SMA

kelas-fisika.com – 6 Langkah Model pembelajaran Project Based Learning fisika SMA

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui tiga besaran kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Ketiga rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara berurutan dan disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran saat itu.

model pembelajaran Project based learning fisika SMA adalah sebagai berikut;

Contoh project based learning dapat dilakukan pada KD 3.11, yaitu menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pemantulan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa. Pada KD 4.11, yaitu membuat karya yang menerapkan prinsip pemantulan dan/atau pembiasan pada cermin dan lensa.

Langkah model pembelajaran Project based learning fisika SMA adalah sebagai berikut;

1) Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.

Pertanyaan harus dapat memotivasi peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas/proyek, misalnya yang berkaitan dengan konsep dalam KD-KI 4 disesuaikan dengan realitas dunia nyata.

Contoh:

  • Bagaimana prinsip kerja teropong sederhana?
  • Komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam teropong sederhana?
  • bagaimana cara membuat teropong sederhana ?

2) Mendesain perencanaan proyek.

Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antar peserta didik, dan peserta didik dengan guru. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa memiliki atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang kegiatan, alat, dan bahan yang berguna untuk penyelesaian proyek

Contoh :

  • Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang komponen dan prinsip kerja teropong sederhana.
  • Peserta didik mendesain teropong sederhana

3) Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek.

Peserta didik menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3) membimbing peserta didik agar merencanakan cara yang baru, bila mengalami kendala (4) membimbing peserta didik dalam menentukan langkah kerja yang harus dilakukan, dan (5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.

4) Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.

Kegiatan monitoring perkembangan proyek teropong sederhana merupakan kegiatan guru dan peserta didik. Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek teropong sederhana. Guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.

Peserta didik melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri, sesuai dengan tahap perkembangan proyek teropong sederhana, sehingga memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan dan akhirnya diperoleh suatu proyek teropong sederhana yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan.

5) Menguji hasil.

Pengujian hasil dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek teropong sederhana. Pada kegiatan ini, guru dapat mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya, dan peserta didik dapat melihat dimana kekurangan dan/atau kelebihan proyek teropong sederhana yang mereka hasilkan berdasarkan masukkan dari peserta didik/kelompok lain serta masukan dari guru.

Contoh :

Menguji keberhasilan proyek teropong sederhana :

  1. berdasarkan rancangan modelnya
  2. berdasarkan fungsinya
  3. berdasarkan inovasinya

6) Mengevaluasi kegiatan/pengalaman.

Pada akhir proses pembelajaran, peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dilakukan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek. Guru dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran dan permasalahan lain yang serupa.

Contoh :

peserta didik dapat membuat kesimpulan tentang

  1. prinsip kerteja ropong sederhana
  2. Komponen-komponen yang terdapat dalam teropong sederhana
  3. cara membuat teropong sederhana

 

Check Also

5 Langkah model Problem Based Learning (PBL) Fisika SMA

kelas-fisika.com – 5 Langkah model Problem Based Learning (PBL) Fisika SMA Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com