Home / kolom guru / Cara Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang benar

Cara Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang benar

kelas-fisika.com – Cara Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang benar

Dalam menyusun RPP perlu memperhatikan sistematika RPP berikut.

1. Sistematika RPP

a. Identitas

Sekolah                  : ( diisi nama sekolah )
Mata pelajaran    : (diisi dengan mata pelajaran )
Kelas/Semester   : ( diisi dengan kelas sesuai peminatan dan semester yang berlangsung)
Tahun pelajaran : ( diisi dengan tahun pelajaran berjaalan)
Alokasi Waktu     : diisi melalui anailisa estimasi waktu.

Penentuan alokasi waktu sebaiknya melalui analisis dari waktu yang dibutuhkan untuk pencapaian tiap IPK.

Contoh mata pelajaran Fisika kelas X pada materi prinsip penjumlahan vektor

Tabel 12. Estimasi Waktu

Dengan demikian waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran KD 3.3 dan KD 4.3 membutuhkan waktu selama 405 menit.

Untuk jumlah jam pelajaran yang dibutuhkan ( 405 : 45 ) X 1 jp = 9 JP . Untuk penilaian harian diasumsikan 1 jp jadi jumlah total KD 3.3 dan KD 4.3 adalah 10 jp ( diisikan dalam identitas) Silahkan tentukan alokasi waktu berdasarkan indikator yang dibuat dan berdasarkan karakteristik peserta didik dari sekolah Anda.

b. Kompetensi Inti,

Kompetensi inti dituliskan dengan cara menyalin dari Silabus dengan tetap memperhatikan ketentuan Permendikbud yang berlaku.

c. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

d. Materi

Materi dalam RPP dituliskan poin poin yang merupakan materi pokok dan materi ajar. Materi pokok dapat dirumuskan dari Kompetensi Dasar, sedangkan materi ajar dirumuskan dari indikator pencapaian kompetensi. Secara rinci menjadi lampiran RPP.

e. Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat. Peserta didik mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi, di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut berlangsung melalui kegiatan tatap muka di kelas, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri.

Kegiatan tatap muka merupakan kegiatan yang dipetakan dalam pertemuan. Setiap pertemuan memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pendahuluan:

  1. mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
  2. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
  3. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
  4. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
  5. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Dalam kegiatan inti memuat hal hal yang berkaitan dengan pendekatan dan metode/model yang dijabarkan dalam modul 1 harus diperhatikan adalah karakteristik dari setiap model pembelajaran disesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang diusung dalam pembelajaran. Dalam kegiatan inti harus nampak bahwa peserta didik menjadi pusat pembelajaran, atau pelaku pembelajaran. Dalam kegiatan inti harus nampak tahapan yang dilakukan peserta didik dari model atau metode pembelajaran yang dilakukan.

Pada pembelajaran Fisika, model discovery based learning digunakan pada pembelajaran konsep prinsip penjumlahan vektor. Pendekatan saintifik tetap terlaksana, hal itu tercermin dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Berikut ini adalah contoh dari kegiatan inti yang disusun pada pembelajaran Fisika

  • Guru memberikan stimulus dengan menyajikan video/gambar/simulasi tentang gerak perahu menyeberang sungai.
  • Peserta didik diminta mengamati arah gerakan dari perahu.
  • Peserta didik mengidentifikasi data dan variable-variabel dari permasalahan yang disajikan.
  • Peserta didik mencari serta mengumpulkan data/informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan baik dari buku paket Fisika kelas X, dan internet.
  • Peserta didik melakukan diskusi bersama kelompok untuk menyelesaikan masalah yang disajikan dengan menggunakan berbagai informasi yang telah dikumpulkan.
  • Peserta didik melakukan verifikasi data dari hasil diskusi kelompok berdasarkan konsep penjumlahan vektor
  • Peserta didik membuat kesimpulan berdasarkan data hasil verifikasi, dari prinsip penjumlahan vektor. Kemudian membuat laporan hasil kerja kelompoknya dan mengomunikasikan melalui presentasi.
  • Selama kegiatan berlangsung, guru mengamati dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik.

Kegiatan penutup merupakan kegiatan yang dilakukan diakhir pembelajaran. Hal yang harus dilakukan pada kegiatan ini adalah menemukan kesimpulan proses pembelajaran, melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator pembelajaran, melakukan refleksi kebermanfaatan pembelajaran yang dirasakan oleh peserta didik, dan melakukan tindak lanjut supaya materi ajar yang disampaikan pada hari itu lebih dipahami oleh peserta didik. Kegiatan penutup dalam pembelajaran Fisika misalnya,

  • Guru memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang prinsip penjumlahan vektor dan penerapannya dalam permasalahan Fisika dari pembelajaran yang dilakukan melalui reviu indikator yang hendak dicapai pada hari itu.
  • Guru melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaianindikator. Instrumen penilaian menjadi lampiran RPP
  • Guru meminta beberapa peserta didik untuk mengungkapkan manfaat mengetahui konsep penjumlahan vektor.
  • Guru memberikan tugas kepada peserta didik. Materi tugas yang diberikan menjadi lampiran RPP

f. Penilaian

Penilaian dalam RPP mengukur ketercapaian indikator pencapaian kompetensi. Penilaian untuk mengukur ketercapaian indikator dapat dilakukan dengan beberapa macam tehnik penilaian. Untuk lebih mudah dalam melaksanakan penilaian, sebaiknya dari indikator pencapaian kompetensi dijabarkan kedalam indikator soal.

Instrumen penilaian menjadi lampiran RPP.

g. Media/alat dan Sumber belajar

Media pembelajaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang menjadi tuntutan dalam pembelajaran. Media pembelajaran sebagai sarana bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Media pembelajaran akan mempengaruhi iklim belajar, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan dikelola oleh guru.

Dalam memilih media pembelajaran harus mempertimbangkan prinsip psikologi peserta didik, antara lain motivasi, perbedaan individu, emosi, partisipasi umpan balik, penguatan dan penerapan.

Penggunaan media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu. Misalnya dalam pelajaran Fisika untuk KD 3.3, peserta didik diminta untuk mengidentifikasi besaran vektor dari peristiwa pemanah yang menarik anak panah dari busurnya melalui model yang ditunjukkan seorang siswa. Guru meminta peserta didik untuk mengamati tayangan atau simulasi tersebut. Maka power point atau anak yang menjadi model dapat menjadi media pembelajaran sekaligus sebagai sumber belajar. Media pembelajaran yang dapat digunakan pada mata pelajaran Fisika antara lain video, ppt, white board/papan tulis, lembar kerja, dan LCD.

Alat pembelajaran adalah setiap peralatan yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran dan dapat mempengaruhi tingkah laku peserta didik. Ketika melukis vektor dan resultan vektor membutuhkan penggaris dan pensil, maka penggaris dan pensil dapat menjadi alat pembelajaran. Demikian juga ketika melakukan percobaan menentukan resultan vektor membutuhkan neraca pegas, paku payung, maka neraca pegas dan paku payung menjadi alat pembelajaran.

Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik untuk mencapai kompetensi tertentu. Sumber belajar dapat berupa buku, data, orang, lingkungan, alam dan sebagainya. Penulisan sumber belajar di RPP harus jelas dan pasti.

2. Format RPP

Check Also

5 Langkah model Problem Based Learning (PBL) Fisika SMA

kelas-fisika.com – 5 Langkah model Problem Based Learning (PBL) Fisika SMA Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com