Home / elektronika / Transformator Step Up

Transformator Step Up

kelas-fisika.com – Transformator Step Up

Transformator adalah peralatan listrik statis yang mengubah energi listrik (dari lilitan sisi primer) ke energi magnetik (di inti magnet transformator) dan kembali ke energi listrik (pada sisi transformator sekunder). Frekuensi operasi dan besar daya kira-kira sama pada sisi transformator primer dan sekunder karena transformator adalah peralatan yang sangat efisien, sedangkan tegangan dan nilai arus listrik biasanya berbeda. Intinya, itulah tugas utama transformator, mengubah tegangan tinggi (HV / High Voltage) dan arus rendah dari sisi primer ke tegangan rendah (LV / Low Voltage) dan arus tinggi di sisi sekunder dan sebaliknya. Selain itu, transformator dengan prinsip operasinya memberikan isolasi galvanik pada sistem kelistrikan.

Dengan fitur tersebut, transformator adalah bagian terpenting dari sistem kelistrikan dan memberikan transmisi dan distribusi energi listrik yang ekonomis dan andal. Transformator dapat mentransfer energi ke dua arah, dari sisi HV ke LV dan juga sebaliknya. Itulah alasan mengapa ia bisa bekerja sebagai step up tegangan atau step down transformer. Kedua jenis transformator memiliki desain dan konstruksi yang sama. Setiap transformator dapat beroperasi sebagai tipe step-up atau step-down. Hal ini hanya tergantung pada arah aliran energi.

Trafo Step Up
Trafo Step Up

Lilitan HV mengandung lebih banyak Lilitan dibandingkan dengan Lilitan LV. Gulungan Kawat LV memiliki penampang lebih besar dari pada kawat HV karena nilai arus lebih tinggi pada sisi LV. Biasanya, lilitan LV ditempatkan dekat dengan inti transformator dan di atasnya ada lilitan HV yang terluka.

Perbandingan lilitan transformator kira-kira sebanding dengan perbandingan tegangan.

rumus transformator

( di mana Vp adalah tegangan primer, Vs adalah tegangan sekunder, Np jumlah lilitan pada sisi primer {LV}, Ns Jumlah lilitan pada sisi sekunder {HV}). Sisi utama transformer step-up memiliki sejumlah lilitan lebih sedikit (sisi LV) sedangkan sisi sekunder transformator memiliki lebih banyak lilitan (sisi HV). Itu berarti sebuah energi mengalir dari sisi LV ke HV. Aplikasi transformer step-up yang paling penting adalah transformator generator step-up (GSU) yang digunakan di semua pembangkit. Transformer tersebut biasanya memiliki nilai rasio belitan yang besar. Nilai tegangan yang dihasilkan dalam pembangkit energi meningkat dan dipersiapkan untuk transmisi energi jarak jauh.

Energi yang dihasilkan dalam menghasilkan tanaman ditandai dengan memungkinkan tegangan dan nilai arus tinggi. Bergantung pada jenis pembangkit, transformator GSU memiliki nilai tegangan dari 6 sampai 20 kV. Nilai tegangan nominal sisi sekunder GSU bisa 110 kV, 220 kV, 410 kV tergantung pada sistem transmisi energi yang terhubung ke sisi sekunder GSU. Nilai arus pada sisi GSU primer biasanya sangat tinggi dan tergantung pada daya transformator nominal yang bisa mencapai 30000 A. Nilai arus ini tidak praktis untuk transmisi energi dan harus diturunkan karena kehilangan daya transmisi (R × I2 ). Transmisi energi jarak jauh tidak akan mungkin dilakukan. Selain transformator GSU juga membuat isolasi galangan antara generator dan jaringan listrik.

Aplikasi Transformator Step Up

Transformer step-up kecil dapat digunakan pada perangkat elektronik dan listrik dimana diperlukan penguat tegangan. Namun saat ini di perangkat elektronik modern, rangkaian listrik elektronik lebih sering digunakan karena bobot dan dimensi.

Check Also

Trafo Step Down

Transformator Step Down

kelas-fisika.com – Transformator Step Down Transformator dapat bekerja dalam dua perintah, seperti transformer step-up dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by themekiller.com